Custom Search

Donate For Our Server!



Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com
Home
Links
UU Pangan No. 7
Perberasan
Makanan Tradisional Ind.
Tempe
Tempe Lamtoro
News Feeds
Sitemap





Lost Password?

 
Subscribe in a reader

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday12
mod_vvisit_counterYesterday124
mod_vvisit_counterThis week221
mod_vvisit_counterThis month2450
mod_vvisit_counterAll285414

Home arrow Perberasan arrow Kebijakan Beras dan Pangan Nasional
Kebijakan Beras dan Pangan Nasional PDF Print E-mail
Written by Beddu Amang dan Husein Sawit   
MELACAK PEMIKIRAN TENTANG PANGAN
Shortage of food can lead to a civil war (kekurangan pangan dapat menimbulkan perang saudara), tulis kolumnis David Nelson pada Newsweek terbitan April 1996.

Dalam kadar tertentu, ungkapan tersebut nyaris saja terbukti di Indonesia, khususnya kalau dikaitkan dengan kerusuhan 14 Mei 1998 atau kerusuhan 14 Nopember 1998. Peristiwa yang diwarnai dengan aksi penjarahan, pengrusakan dan pembakaran ribuan bangunan yang menyebabkan kerugian harta sangat besar serta ratusan nyawa hilang sia-sia, sedikit banyak, mengarah pada apa yang dikatakan Nelson.

Parahnya perekonomian nasional, lemahnya daya beli masyarakat dan membumbungnya harga pangan merupakan isu yang disalahkan sebagai penyebab peristiwa mengerikan ini. Dan, tentu saja, keadaan politik yang memanas, dipicu dengan tewasnya empat mahasiswa Universitas Trisakti, merupakan penyebab kerusuhan yang paling potensial. Peristiwa 14 Mei 1998 merupakan contoh nyata yang memberikan pelajaran. Pangan sangat terkait dengan politik dan stabilitas. 


   
Kebijakan Beras dan Pangan Nasional
Pelajaran dari Orde Baru dan Orde Reformasi

Edisi Kedua: direvisi dan diperluas
Oleh:
Beddu Amang M. dan Husein Sawit
Maret 2001

Penerbit IPB Press, Bogor
Kebijakan Beras dan Pangan Nasional Pelajaran dari Orde Baru dan Orde Reformasi
Copyright 1999, 2001

Beddu Amang – M. Husein Sawit

Cetakan Pertama, Nopember 1999
Cetakan Kedua, Maret 2001

Hak cipta penulisan dilindungi Undang-undang Hak Cipta 1987 Dilarang mengutip atau memperbanyak Sebagian atau seluruh isi buku ini Tanpa izin tertulis dari Penulis

ISBN: 123-456-789-0

Disain sampul Amir Hamzah

Penerbit IPB Press, Bogor

Dicetak oleh Bintang Aksara, Jakarta


 

KATA PENGANTAR

Buku edisi baru ini disamping berisi sebagian bab lama (4 bab) yang tidak diperbaiki, sebagian bab lama (2 bab) yang disempurna-kan dan sebagian lagi merupakan bab baru (4 bab). Penulis telah memperbaiki sejumlah bab lama yang dalam edisi baru menjadi Bab 3 dan Bab 4. Kemudian kami menambah 4 bab baru yaitu Bab 5, 6, 7 dan 10. Bab 6 dan 7 berasal dari tulisan penulis kedua yang telah terbit tahun 2000 di Jurnal Ekonomi dan Keuangan Indonesia (EKI), Universitas Indonesia kemudian diperbaiki disesuaikan dengan format buku. Demikian juga Bab 7 adalah makalah penulis kedua yang pernah disampaikan pada seminar nasional yang diselenggarakan oleh IPB di Bogor tanggal 14-15 Maret 2000, kemudian diper-baiki disesuaikan dengan dengan format buku. Bab 10 merupakan bab kesimpulan dan rekomendasi kebijakan yang terkait dengan ketahanan pangan.

Dengan edisi revisi dan perluasan ini diharapkan para pembaca dapat memperoleh informasi/data lama maupun baru tentang kebi-jakan beras dan pangan nasional. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Sdr. Amir Hamzah atas bantuan teknis tentang lay-out, ter-masuk di dalamnya merancang cover baru, Maqdisa dan Syaifuddin Affandi memeriksa hasil editing. Kami akan berterima kasih sekali apabila para pembaca dapat meluangkan waktu untuk mempelajari-nya secara seksama, memberikan saran serta kritikan untuk penyem-purnaan pada edisi berikutnya.

Jakarta, Maret 2001
Penulis Beddu Amang M. Husein Sawit


KATA PENGANTAR
Cetakan Pertama

Banyak ceramah tentang kebijakan pangan dan beras nasional telah disampaikan oleh penulis pertama pada berbagai pertemuan ilmiah maupun semi ilmiah. Bahan bahan yang terpilah-pilah tersebut diperkirakan akan berguna buat para peminat dan pemerhati dalam bidang kebijakan pangan nasional pada saat sekarang maupun di masa mendatang. Oleh karena itu, dokumen-dokumen tersebut dirangkum sedemikian rupa, sehingga dapat menghasilkan sebuah buku seperti yang anda baca ini.

Dalam buku ini, pembaca akan memperoleh informasi tentang berbagai kebijakan pangan khususnya beras dalam periode pemerin-tahan Orde Baru dan Reformasi. Titik berat uraian dalam buku ini adalah mencakup kebijakan distribusi dan perdagangan pangan umumnya dan beras khususnya, peran stabilisasi harga beras dan ongkosnya, perubahan kebijakan serta pengaruh ketidakstabilan nilai tukar Rupiah (krisis moneter) terhadap kinerja kebijakan konven-sional. Pemerintah kemudian dalam tahun 1998 merombak kebijak-an pangan nasional yang cukup drastis tanpa memikirkan dampaknya jangka panjang untuk sebuah negara besar (jumlah penduduknya banyak) dalam upaya untuk mengokohkan ketahanan pangan rumah tangga dan kemandirian suatu bangsa. Aspek terakhir ini dibahas penulis kedua dalam dua bab yaitu bab 3 dan bab 5, sehingga pembaca dapat memperoleh informasi baru tentang Kebijakan Pangan khususnya Perberasan Nasional dalam Pemerintahan Reformasi.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Saudara Sabaruddin Amrullah dan Safiuddin Mulu yang telah bekerja dengan tekun untuk menyelesaikan aspek teknis tentang penerbitan, tanpa bantuan mereka akan sulit bagi kami untuk dapat mewujudkan penerbitan buku ini. Demikian juga terima kasih disampaikan kepada Saudara Arman Adnan yang telah mengambil inisiatif sejak awal sampai editing akhir buku ini. Kami merasa tulisan ini masih belum sempurna, oleh karena itu, kami mengajak pembaca untuk mem-berikan saran dan kritikan yang membangun. Kami berharap kritikan tersebut akan kami gunakan untuk menyempurnakannya pada edisi berikutnya.

Jakarta, Oktober 1999
Penulis Beddu Amang M. Husein Sawit


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI
DAFTAR SINGKATAN/ISTILAH 
BAB I MELACAK PEMIKIRAN TENTANG PANGAN

  • 1. Sektor yang Terabaikan
  • 2. Lebih Kepada Peran
  • 3. Perlunya Peran Pemerintah
  • 4. Bagaimana dengan Pangan?
  • 5. Perlunya Stabilisasi Harga
  • 6. Liberalisasi Perdagangan

BAB II MEMBELA KONSUMEN, MELINDUNGI PRODUSEN

  • 1. Distribusi Beras
  • 2. Pengadaan Beras
  • 3. Instrumen Pengadaan
  • 4. Tataniaga dan Distribusi
  • 5. Kebijakan Harga
  • 6. Harga Pangan non Beras
  • 7. Pembenahan Kelembagaan
  • 8. Diversifikasi Pangan
  • 9. Menekan Impor

BAB III KRISIS EKONOMI MENJALAR KE KRISIS BERAS

  • 1. Ongkos Stabilisasi Harga
  • 2. Krisis Beras
  • 3. Stabilisasi atau Proteksi
  • 4. Subsidi Terarah
  • 5. Sejumlah Pelajaran

BAB IV TARIF IMPOR DAN KEPEMIHAKAN KEPADA PETANI

              • 1. Beras Komoditas Unik
              • 2. Instrumen Kebijakan
              • 3. Perkembangan Harga Beras DN dan LN
              • 4. Tingkat Proteksi Nominal (NPR)

BAB V IMPOR BERAS DAN DAMPAK BEA MASUK

  • 1. Harga Pangan Setelah Perjanjian Pertanian WTO
  • 2. Impor Beras Meningkat
  • 3. Perdagangan Internasional
  • 4. Dampak Bea Masuk

BAB VI HARGA DASAR GABAH TAHUN 2001 DAN SUBSIDI

  • 1. Kinerja Harga Dasar 2000
  • 2. Penetapan Harga Dasar Gabah
  • 3. Pola Musiman Harga Gabah
  • 4. Model Forecasting Harga dan Subsidi Harga Dasar
  • 5. Ramalan Harga Gabah dan Penetapan Harga Dasar

BAB VII PROGRAM OPK BERAS DAN JPS PANGAN

  • 1.  Rasional dan Pendekatan Bantuan Pangan
  • 2. Biaya dan Dampak Ekonomi Makro
  • 3. Program OPK Beras
  • 4. Biaya Program
  • 5. Dampak Program

BAB VIII PANGAN NASIONAL DAN GLOBALISASI

  • 1. Kerjasama ASEAN
  • 2. Kerjasama Regional APEC
  • 3. WTO
  • 4. Peluang dan Tantangan

BAB IX MEMACU PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI PANGAN

  • 1. Tugas Politik
  • 2. Memacu Pertumbuhan
  • 3. Umumnya Petani Gurem
  • 4. Harga Terjangkau
  • 5. Pilar Penyangga Ekonomi
  • 6. Ekonomi Terkelola
  • 7. Kebijakan Harga: Mikro ke Makro
  • 8. Absolut atau On Trend?
  • 9. Pangan dan Inflasi
  • 10. Ekonomi Pasar
  • 11. Pembenahan
  • 12. Pengaruh Iklim
  • 13. Pergeseran Pola Konsumsi
  • 14. Pangan Nasional di Kancah Global
  • 15. Ketimpangan Pangan

BAB X KESIMPULAN DAN ARAH KEBIJAKAN MENDATANG
DAFTAR PUSTAKA

Untuk mengetahui dengan lengkap dapat menghubungi penilis Sdr Husein Sawit email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it atau This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it atau dengan Administrator Email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

 

Beddu Amang

 Beddu Amang lahir di Ujung Pandang, 7 Agustus 1936. Menye-lesaikan S-1 (Ir) dari Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (1977), S-2 (MA) dan S-3 (PhD) dalam bidang Economic Development dari University of California, Davis USA, masing-masing tahun 1981 dan 1984. Menjadi Asisten I Menteri Negara Pangan (1993-1996), sebelum diangkat sebagai Kepala Bulog periode 1995-1998, pernah menjadi Deputi Pengadaan dan Penyaluran Bulog (1998-1999). Ketua Umum PP PERHEPI (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia) dua periode: 1993-1996 dan 1996-1999. Pernah menjabat sebagai Presiden ASAE (Asian Society of Agricultural Economist) periode 1996-1999. Sejak Juli 1997 diangkat sebagai Guru Besar Luar Biasa di Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang. Menulis banyak artikel pada berbagai Jurnal Ilmiah dan Semi-Ilmiah, menulis sejumlah buku yang terkait dengan pangan diterbitkan oleh PT Dharma Karsa Utama Jakarta, menyampaikan berbagai makalah dalam pertemuan ilmiah di dalam dan luar negari, dan menjadi ketua penyunting untuk buku Ekonomi Kedelai (1996) dan Ekonomi Minyak Goreng (1996) yang diterbitkan oleh IPB Press.
 

Husain Sawit

M. Husein Sawit lahir di Sigli, Aceh, 25 Nopember 1947. Menyelesaikan pendidikan S-1 (SE) dari Fakultas Ekonomi UGM (1974), S-2 (MSc.) dalam bidang Agricultural Development Economics dari Australian National University (ANU), Canberra Australia (1983); dan S-3 (PhD) dalam bidang Economics dari University of Wollongong, NSW Australia (1994). Pernah menjadi visiting fellow di Department of Economics ResPacs, ANU (1993); memperoleh training di World Bank Washington DC (1985) dan Cornell University, Ithaca AS (1994). Menjadi peneliti ekonomi pertanian dan perdesaan di Survei Agro Ekonomi (SAE) 1974-1982, dan di Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian (PSE) Badan Litbang Pertanian (1983-sekarang); sebagai Ahli Peneliti Madya dalam bidang Ekonomi Pertanian (1999-sekarang). Menjadi Tim Ahli Kepala Bulog dalam bidang Kebijakan Pangan (1995-1999); Staf Ahli Menteri Pangan dan Hortikultura dalam bidang Pemasaran Pangan (1999-2000); Direktur Kerjasama Internasional dan Hubungan Antar Lembaga, Bulog (2000-sekarang). Aktif membimbing thesis mahasiswa pasca sarjana (S2 dan S3) di jurusan Sosek IPB; menulis sejumlah artikel di berbagai jurnal ilmiah di dalam negeri dan luar negeri; editor jurnal ilmiah antara lain di UNILA, UGM, PERHEPI. Editor sejumlah hasil penelitian yang dipublikasikan menjadi buku, terakhir Ekonomi Gula Indonesia (1999) oleh IPB Press. Aktif di PP PERHEPI dan Yayasan Agro Ekonomika.

 
< Prev

9 JURUS SUKSES BEERTANAM PEPAYA KALIFORNIA

Telah terbit:

Bisa didapat di toko2 buku di seluruh tanah air.


UD PRIMA AGRO
Copyright © 2007 - 2014 Kemandirian Pangan